Professional Skepticism, Information Technology, and Auditor Experience in Fraud Detection

Authors

  • Yahya Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, Indonesia
  • Asrini Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, Indonesia
  • Sarla Aulia Basri Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61255/jeemba.v4i6.2195

Keywords:

Professional Skepticism, Information Technology, Auditor Experience, Fraud Detection Ability, Government Internal Auditor

Abstract

Purpose: This study examines the effects of professional skepticism, information technology, and auditor experience on fraud detection ability within a public-sector internal audit institution.

Design/methodology/approach: A quantitative survey was conducted involving 36 auditors and government supervisory officials selected through a census approach. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression.

Findings/Results: Professional skepticism, information technology, and auditor experience have positive and significant effects on fraud detection ability. The three factors also have a significant simultaneous effect and explain 34.1% of the variation in fraud detection ability.

Originality/Value: This study highlights the combined importance of professional judgment, technological capability, and audit experience in strengthening fraud detection within public-sector internal auditing. The findings imply that structured training, adequate audit technology, and diverse audit assignments are essential for improving auditors’ fraud detection capability.

Abstract views: 0 , PDF downloads: 0

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afrizal, F., & Astuti, D. S. P. (2024). Pengaruh teknologi informasi terhadap efektifitas pendeteksian fraud: Pengalaman auditor sebagai variabel moderasi (survei pada KAP di Jawa Tengah). WANARGI: Jurnal Manajemen dan Akuntansi, 2(1), 112–122. https://doi.org/10.62017/wanargi.v2i1.2274

Asrini. (2023). Pengaruh skeptisisme profesional, teknologi informasi, dan faktor-faktor pribadi terhadap kinerja auditor dengan kemampuan mendeteksi kecurangan sebagai variabel pemediasi [Disertasi doktoral, Universitas Hasanuddin].

Ayu, A. (2021). Pengaruh internal control dan internal audit terhadap upaya meminimalisasi fraud dengan akuntabilitas keuangan sebagai variabel intervening pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk [Tesis]. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta.

Biki, R., & Ariawan, A. (2022). Pengaruh skeptisme profesional dan pengalaman auditor terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. SEIKO: Journal of Management & Business, 5(2), 639–699. https://doi.org/10.37531/sejaman.v4i3.3600

Bouman, W. H., & Bradley. (1997). Auditing and professional judgment. McGraw-Hill.

Faradilla, E., Tjan, J. S., & Pramukti, A. (2021). Pengaruh pengalaman auditor, independensi, dan skeptisme profesional auditor terhadap pendeteksian kecurangan. CESJ: Center of Economic Students Journal, 4(2), 1–12.

Goodhue, D. L., & Thompson, R. L. (1995). Task-technology fit and individual performance. MIS Quarterly, 19(2), 213–236.

Dasila, R. A., & Hajering, H. (2019). Pengaruh pengalaman, independensi dan skeptisme profesional auditor terhadap pendeteksian fraud. PARADOKS: Jurnal Ilmu Ekonomi, 2(1), 61-80. https://doi.org/10.33096/paradoks.v2i1.112

Hamdiah, C., Riza, A., Rusmina, C., & Abdullah, Z. (2023). Pengaruh skeptisisme profesional, beban kerja dan pengalaman audit terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi), 9(1), 73–85.

Handayani, E. L., & Yuniati, T. (2022). Pengaruh pengalaman auditor, pelatihan audit dan risiko audit terhadap tanggung jawab auditor dalam mendeteksi kecurangan (studi kasus pada Kantor Akuntan Publik di wilayah Bekasi). Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Manajemen, 18(2), 145–155.

Heider, F. (1958). The psychology of interpersonal relations. Wiley.

Hurtt, R. K. (2003). Development of a scale to measure professional skepticism [Disertasi]. University of Texas at Austin.

Indonesia Corruption Watch. (2023). Laporan tren penindakan kasus korupsi di Indonesia tahun 2023. https://antikorupsi.org

Institut Akuntan Publik Indonesia. (2011). Standar profesional akuntan publik. Salemba Empat.

Institut Akuntan Publik Indonesia. (2013). Standar profesional akuntan publik. Salemba Empat.

IT Governance Institute. (2003). COBIT: Control objectives for information and related technology. IT Governance Institute.

Jogiyanto, H. M. (2017). Analisis dan desain sistem informasi. Andi.

Kamal, A. (2022). Teknologi Informasi dan Skeptisisme Profesional terhadap Fraud Detection Skills Auditor Internal Pemerintah. YUME: Journal of Management, 5(2), 295-313.

Kedai Berita. (2024). Kasus dugaan korupsi DPRD Sidrap disorot, penanganan lambat. https://www.kedaiberita.com

Kuntadi, C., & Oktaviani, N. (2024). Sinergi teknologi informasi dan pengalaman auditor dalam deteksi fraud di pemerintah daerah. Jurnal Ilmu Audit, 10(2), 77–90.

Laitupa, M. F., & Hehanussa, H. (2020). Pengaruh pengalaman kerja, skeptisisme profesional dan tekanan waktu terhadap auditor dalam mendeteksi kecurangan. Jurnal Akuntansi, 6(1), 1–22.

Laloan, C. S. T., Kalangi, L., & Gamaliel, H. (2021). Pengaruh pengetahuan audit, pengalaman audit dan independensi auditor dalam kemampuan pendeteksian kecurangan (fraud) pada Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing “Goodwill”, 12(2), 129–141. https://doi.org/10.35800/jjs.v12i2.36079

Lambe, Y. H., Kartini, K., & Indrijawati, A. (2022). Pengaruh skeptisme profesional, kompetensi dan independensi terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan dengan pengalaman audit sebagai variabel moderasi. SEIKO: Journal of Management & Business, 5(2), 460–489. https://doi.org/10.37531/sejaman.v5i2.3443

Larasati, & Puspitasari. (2019). Pengaruh pengalaman, independensi, skeptisisme profesional auditor, penerapan etika, dan beban kerja terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Jurnal Akuntansi Trisakti, 6(1), 31–42. https://doi.org/10.25105/jat.v6i1.4845

Liputan6.com. (2024). APIP belum optimal, KPK minta pengawasan daerah diperkuat. https://www.liputan6.com

Lutfi, A., & Simpuruh, I. (2022). Independensi, teknologi informasi dan skeptisisme terhadap fraud detection ability auditor internal Pemerintah Sulawesi Selatan. Jurnal Akuntansi Kompetif, 5(2), 200–209. https://doi.org/10.35446/akuntansikompetif.v5i2.955

Presetyo, M. A., & Sukarmanto, E. (2019). Pengaruh skeptisisme profesional dan independensi terhadap pendeteksian kecurangan. Bongaya Journal for Research in Accounting, 2(2), 39–48. https://doi.org/10.37888/bjra.v2i2.193

Putri, A. A., & Zulhaimi, H. (2023). Pengaruh tipe kepribadian auditor dan pengetahuan teknologi informasi terhadap pendeteksian fraud (studi pada Kantor Akuntan Publik di Kota Bandung). Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 11(3), 595–604. https://doi.org/10.17509/jrak.v11i3.62034

Singgih, E., & Bawono, I. R. (2010). Pengaruh pengalaman kerja, independensi, dan etika auditor terhadap kualitas audit. Jurnal Dinamika Akuntansi, 2(2), 121–132.

Transparency International Indonesia. (2023). Corruption Perceptions Index (CPI) Indonesia 2023. https://ti.or.id

Wilopo. (2008). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi auditor dalam mendeteksi kecurangan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 5(2), 123–139.

Wulandari, S., Ulya, J. R., Yuliatin, F., & Nisa, F. C. (2023). PERAN AUDIT INTERNAL DALAM MENDETEKSI ADANYA KECURANGAN TERHADAP LAPORAN KEUANGAN. Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi, 1(4), 470-478.

Downloads

Published

2026-11-03

How to Cite

Yahya, Y., Asrini, A., & Basri, S. A. (2026). Professional Skepticism, Information Technology, and Auditor Experience in Fraud Detection. Journal of Economics, Entrepreneurship, Management Business and Accounting, 4(6), 814–826. https://doi.org/10.61255/jeemba.v4i6.2195